Selasa, 26 Oktober 2010

Iklan

Mata Kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 25-10-2010
Dosen : Ibu Endah

Ada 2 tokoh yang sangat berpengaruh dalam memberikan analisanya mengenai iklan, yaitu :
1. Baudrillard
Sumber : www.google.com

2. Barthes
Sumber : www.google.com

Pengertian Iklan menurut :
1. Baudrillard
Iklan menggambarkan citra atau sistem tanda. Iklan merupakan bagian dari sebuah fenomena sosial yang disebut dengan consumer society. Objek yang ada dalam iklan sebenarnya terbentuk oleh sebuah sistem tanda. Analisa mengenai produksi dan reproduksi pesan melibatkan peran dari citra atau image pada masyarakat kotemporer.
2. Barthes
Iklan meruapakan penggambaran melalui semiotik. Barthes menganalisa iklan sebagaimana layaknya seorang ahli linguistik membongkar makna dari pesan-pesan yang disampaikan lewat image atau teks dalam media dan fenomena sosial lainnya. Hal ini terbongkar dengan menganalisa terlebih dahulu tanda-tanda yang mempresentasikan makna dengan menggunakan semiotik sebagai kerangka analisa. Pemikiran peran media dalam reproduksi pesan-pesan ideologis.

Sumber : www.google.com

Perbedaan Pandangan ke2 Tokoh
1. Baudhrillad
Iklan merupakan bentuk dari sign system yang mengatur makna dari onjek atau komoditas. Selain itu iklan menurutnya merupakan perangkat ideologis dari kapitalisme konsumen.
2. Barthes
Iklan merupakan sign yang mengatur makna yang ingin disampaikan oleh pembuat iklan. Hal tersebut harus disignifikasikan dengan meliaht mitosnya.

Iklan Memproduksi Pesan
1. Baudhrillad
Iklan sebagai wacana yang dikodekan, melekat pada sebuah produk, dan tidak memiliki hubungan dengan realitas yang sebenarnya.
2. Barthes
Dibagi menjadi 2 tingkat. Tingkat pertama, tanda masih bisa mempresentasikan realitas. Tingkat kedua, tanda bisa mempresentasikan sesuatu yang hanya bisa dipahami lewat situasi kultural atau sosial yang sama.
*Sebuah myth, signs dalam iklan dianggap mempresentasikan pesan ideologis.

Pesan Diterima oleh Khalayak
1. Baudhrillad
Kode-kode dalam sebuah pesan, manusia akan sadar akan dirinya dan kebutuhan. Kode secara hierarkis memiliki tingkatan untuk menandakan perbedaan dari status dan kelas.
2. Barthes
Iklan memiliki berbagai makna sesuai dengan tingkatan signifikansi yang dilakukan oleh khalayak. Makna yang disampaikan oleh iklan menjadi sangat majemuk.

Memahami Iklan dengan Konsep Kekerasan Simbolik
Menurut Bordieu, sesuatu yang kita anggap itu wajar dan lumrah dan kita secara tanpa sadar mengikuti tindakan tersebut. Contoh : yang dianggap sopan itu ketika memberikan salam kepada orang lain harus dengan membungkuk, tersenyum, dll.

Seluruh tindakan pendagogisdi rumah, sekolah, media akan bekerja selama memiliki kuasa atas sistem nilai. Asumsinya yaitu media dan iklan merupakan sarana yang digunakan untuk melakukan tindakan pendagogis dari kelompok sosial tertentu. Arena iklan menjadi ajang kontestasi image dan image simbolik realitas sosial. Iklan menjadi mesin kekerasan simbolik yang menciptakan katagorisasi, klasifikasi, dan definisi sosial tertentu. Iklan memproduksi image simbolik seperti kecantikan, kejantanan, gaya hidup modern, dll. Proses penanaman nilai melalui iklan dapat membentuk habitus tentang sistem nilai. Media dan iklan akan membentuk selera masyarakat.

Contoh :
1. Iklan Pond's

Sumber : www.google.com

Dalam hal ini, iklan pond's memproduksi image simbolik yaitu kecantikan. Iklan pond's menggambarkan bahwa perempuan yang cantik itu harus mempunyai wajah yang putih, mulus dan bersih.Sebaliknya, perempuan yang mempunyai kulit wajah yang kusam berarti perempuan tersebut tidak cantik. Perempuan yang berwajah putih akan lebih menarik perhatian dari lawan jenis dibandingkan dengan perempuan yang berwajah kusam tersebut. Iklan Pond's selalu menggunakan bintang atau artis yang berwajah putih sebagai simbol kecantikan dari produk pond's itu sendiri.

2. Iklan Marlboro

Sumber : www.google.com

Dalam hal ini, iklan marlboro memproduksi image simbolik yaitu kejantanan. Iklan marlboro ingin menggambarkan bahwa laki-laki yang jantan adalah laki-laki yang merokok dengan menggunakan rokok marlboro. Koboi selalu diidentikan mempunyai sifat yang jantan karena menggunakan senjata dan dapat menunggang kuda. Maka dari itu, Marlboro menggunakan sosok seorang koboi yang sedang merokok menggunakan rokok marlboro dalam mengiklankan produknya. Sebaliknya, laki-laki yang tidak merokok dianggap tidak jantan menurut pandangan umum.

Daftar Pustaka :
1. Ringkasan mata kuliah kapita selekta tanggal 25-10-2010
2. Buku Sosiologi Komunikasi, Burhan Bungin
3. www.google.com

Jumat, 08 Oktober 2010

Kebebasan Pers

Dosen : Ahmad Junaidi
Mata Kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 1 Oktober 2010

Pengertian Kebebsan Pers

 Sumber : www.google.com

Kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebarluaskan, percetakan dan penerbitan surat kabar, majalah, buku atau dalam bentuk material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah.

Bentuk Nyata Kebebasan Pers di Indonesia
Bentuk kebebasan pers di Indonesia yaitu dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 4 didalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran. Ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi. Ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitan di depan hukum, wartawan mempunyai hak tolak bahkan dalam UUD tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Sumber : www.google.com

Sejarah Kebebasan Pers
Kejatuhan presiden Soeharto pada tahun 1998 membawa dampak baru terhadap dunia pers. Berakhirnya orde baru menjadi aliran kebebasan berekspresi melalui media atau kebebasan pers. Buktinya pada saat memasuki era reformasi, masyarakat boleh memperoleh informasi dengan bebas. Kebebasan pers semakin terlihat saat perpindahan kekuasaan dari tangan Soeharto ke tangan Habibie. Pembakuan undang-undang pers no 40 tahun 1999 menjadi bukti nyata. UU inilah yang menjadi tiang kebangkitan pers pada era reformasi.Seiring dengan berjalannya waktu maka pers pada masa orde baru yakni pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) telah dihapuskan. Pembredelan yang sebelumya menjadi senjata oleh pemerintah untuk mengekang dan mengontrol media tidak lagi ditakuti.
Masa reformasi kebebasan pers semakin diperkuat saan Abdurahman Wahid memegang kekuasaan. Presiden Ri yang ke-4 dan menjabat selama 3 tahun ini bahkan dengan berani membubarkan Departemen Penerangan.Dimana lembaga tersebut adalah sebuah lembaga yang menjadi simbol struktural pengekangan terhadap kebebasan pers. Setelah Departemen Penerangan ditutup maka media semakin menjamur. Diawal masa reformasi, lebih dari 2000 media lahir, masyarakatpun dapat dengan mudahnya untuk memperoleh informasi. Masa dimana terjadinya keterbukaan informasi telah dimulai, dimana tidak ada campur tangan pemerintah dalam dunia pers.

Sumber : www.google.com

Fungsi Pers Sebagai Pilar ke-4
Dalam konsep demokrasi, keberadaan pers atau medi massa sering disebut sebagai pilar ke-4 setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Meski berada di luar sistem politik formal, keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial. Kebebasan pers menjadi salah satu tolak ukur kualitas demokrasi di sebuah negara. Dengan dibukanya kebebasan pers, tidak ada lagi alasan bagi kekuasaan politik manapun untuk melepaskan peran-peran civil society yang dimainkan oleh insan pers. Namun harus disadari juga meski saat ini intervensi terhadap pers sudah tidak lagi mendapatkan ruang, pers harus jeli jika berhadapan dengan intervensi kapital. Biasanya intervensi model ini lebih berbahaya bagi independensi dan daya kritis pers. Media massa tidak akan mampu bertahan jika ia tidak mengikuti logika pasar yang sarat dengan kompetisi dan pertimbangan ekonomis. Disamping itu seiring dengan berjalannya kebebasan pers maka siapapun yang memiliki modal yang kuat termasuk kalangan pebisnis dan politisi dapat mendirikan industri media yang dapat digunakan untuk kepentingan bisnis mereka.

Sumber : www.google.com

Daftar Pustaka :
1. Ringkasan mata kuliah kapita selekta tanggal 1-10-2010
2. Catatan mata kuliah hukum komunikasi, kewarganegaraan.
3. www.google.com

Senin, 04 Oktober 2010

Simbol dan Arsitektur

Dosen : Eduard Tjahjadi
Mata Kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 28-09-2010

Simbol
Secara etymology simbol beral dari kata latin yaitu symbolum yang artinya objek, gambar, tulisan, suara atau tanda tertentu yang mewakili sesuatu yang lain oleh asosiasi, kemiripan atau konvensi.
Simbol merupakan suata cara manusia mengekspresikan sesuatu yang terjadi di semua kebudayaan sepanjang waktu dan mencerminkan intelektualitas, emosi dan spirit manusia. Dengan adanya simbol maka akan terjadi suatu hubungan komunikasi manusia dalam bentuk terulis maupun verbal, gambar maupun isyarat dan merupakan isyarat universal lintas budaya dan zaman.

 Simbol : www.google.com

Arsitektur
Secara etymology arsitektur berasal dari bahasa latin yaitu architectura yang artinya kepala ataua pemimpin dan pembangun atau tukang kayu. Jadi arsitektur adalah seni dan ilmu untuk merancang bangunan dan struktur fisik lainnya.
Arsitektur dalam pengertian yang luas meliputi semua kegiatan desain, yaitu :
-Mikro, yaitu seperti desain bangunan, bangun-bangunan, kompleks bangunan, desain furnitur.
-Makro, yaitu seperti kawasan, bagian kota, arsitektur landscape.

 Sumber : www.google.com

Arsitektur sekarang ini merujuk kepada aktivitas merancang sistem apapun dan sering digunakan dalam dunia teknologi informasi.
Karya arsitektur dianggap sebagai :
-Karya seni
-Simbol politik dan budaya
-Kebangkitan/kejayaan bangsa
-Ekonomi
-Demokrasi
-Kemajuan teknologi
-Sustainability approach
-Dll

 Sumber : www.google.com

Sejarah peradaban manusia sering diidentikan dengan karya arsitektur yang masih ada sebagai bagian perjalanan peradaban manusia itu sendiri. Atau dengan kata lain, karya arsitektur yang dapat mengkomunikasikan sesuatu. Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan, cara, tempat tinggal dan bahan bangunan, keamanan, teknologi, ibadah dan keterampilan yang tersedia.
Contoh : 
-Gerbang Branderburger Tor di Berlin yang berhiaskan patung kuda menjadi lambang kemenangan.
-Borobudur dengan reliefnya melambangkan tingkatan dalam kehidupan manusia.
-Kota-kota di Timur Tengah mempunyai suatu struktur yang berbeda dengan bentuk kota di Amerika Serikat.
-Kota-kota muslim dan yahudi mengendalikan perilaku melalui berbagai simbol.
-Di Washington Amerika Serikat kota dengan sistem jaringan disusun secara teknis.
-Kota terlarang di Cina yang dikenal dengan Forbidden City merupakan lambang kekuasaan dari pemimpin Cina yang letaknya berada di pusat kota.

Sumber : www.google.com

Sumber : www.google.com

Arsitek roma yaitu Vitruvius pada abad ke 1 masehi berpendapat bahwa bangunan yang baik harus memenuhi 3 prinsip yang dikenal dengan sebutan De Architectura, yaitu
-Firmitatis, yaitu daya tahan, tetap kokoh dan tetap dalam kondisi baik.
-Utilitatis, yaitu bermafaat dan berfungsi dengan baik bagi orang-orang yang menggunakannya.
-Venustatis, yaitu keindahan, meyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka.

Arsitektur dan urbanisme dalam peradaban kuno mencerminkan seni bangunan klasik Cina dan arsitektur feodal yang sangat memperhatikan budaya tradisionalnya.

 Sumber : ww.google.com

Daftar Pustaka :
1. Ringkasan mata kuliah kapita selekta tanggal 28-09-2010
2. www.google.com

Minggu, 03 Oktober 2010

Bahasa Indonesia

Mata kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 27-09-2010

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesi dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaanya setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahya. Bahasa indonesia adalah bahasa resmi yang digunakan untu berkomunikasi. Hingga saat ini bahasa indonesia merupakan bahasa yang terus menghasilkan kata-kata yang baru baik penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Kelahiran bahasa indonesia :
-Pada tanggal 28-10-1928, sumpah pemuda.
-Diangkat dari bahasa melayu (Riau).
-Dibina melalui kongres bahasa indonesia 1 thn 1938.
-Disusul melalui kongres bahasa indonesia 2 thn 1954.
-Kongres bahasa indonesia melahirkan lembaga yang dikenal dengan pusat bahasa.

Pembinaan bahasa indonesia :
-Dibina oleh pusat bahasa dan konres bahasa indonesia.
-Terdapat organisasi yang bertujuan membina bahasa indonesia.

Sumber : www.google.com

Perkembangan bahasa :
-Bahasa melayu purba.
-Bahasa melayu kuno pada zaman sriwijaya abad 4-14 ditulis dengan huruf pallawa.
-Bahasa melayu klasik abad 14-18 ditulis dengan huruf atau tulisan arab.
-Bahasa melayu peralihan abad 19 ditulis dengan abjad latin.
-Bahasa melayu baru adab ke 20.
-Bahasa melayu modern ada 2 pembagian yaitu bahasa indonesia dan bahasa malaysia.
-Menjadi bahasa indonesia pada sumpah pemuda pada tanggal 28-10-1928.

Ragam bahasa melayu
-Melayu riau johor.
-Melayu betawi.
-Melayu cina
-Melayu manado
-Melayu maluku.
-Melayu balai pustaka, pujangga baru.
-Dsb

Bahasa melayu kuno pada prasasti :
-Prasasti kedudukan bukit ditemukan di palembang pada tanggal 16 juni 682.
-Prasasti talang tuwo ditemukan di palembang pada tanggal 23 maret 684.
-Prasasti kota kapur ditemukan di bangka pada tanggal 28 februari 686.
-Prasati karang brahi ditemukan di jambi pada tahun 692.
-Prasati telaga batu ditemukan di palembang pada abad ke 7.
-Prasati palas pasemah ditemukan di lampung selatan pada abad ke 7.
-Prasasti Sojomerto ditemukan di pekalongan pada abad ke 7
-Prasati manjucrignra ditemukan di klaten pada tanggal 6 november 792.
-Prasati kayumwungun ditemukan di temanggung pada tahun 824.
-Prasati sang hyang wintang ditemukan di aceh pada tahun 1380.
-Dll.

Aksara dalam tulisan :
Melayu kuno ditulis dalam aksara pallawa.

Sumber : www.google.com

Beberapa ciri bahasa melayu kuno :
-Aksara B, dulu V.
-Tidak ada lafal E.
-Awalan di-, dulu ni-
-Awalan me-, dulu ma-
Awalan ber-, dulu mar-
-Akhiran nya, dulu na
-Ada kalanya -nya-, dulu -na-

Pembakuan ejaan :
-Dulu tulisan arab atau jawi.
-Tahun 1901 digunakan ejaan van ophuijsen.
-Tahun 1947 digunakan ejaan soewandi atau ejaan republik.
-Tahun 1972 digunakan ejaan yang disempurnakan.
-Ejaan yang disempurnakan meyeragamkan ejaan di Brunei, Malaysia, Indonesia, Singapura dalam pertemuan mabbim.

Tulisan arab atau jawi :
Bahasa melayu ditulis dalam huruf arab, dikenal sebagai jawi.

Bahasa melayu :
-Bahasa melayu tinggi yaitu balai pustaka.
-Bahasa melayu pasar yaitu sin po dan keng po.

Ejaan Soewandi pada tahun 1947 dengan beberapa penyederhanaan, yaitu :
-Oe dan u menjadi u.-Tidak membedakan ai dan "ai".
-Bunyi hamzah menjadi k seperti tak dan takluk.
-Kata ulang yang ditulis dengan huruf 2 diatas seperti kuda2 dan kadang2.

Sumber : www.google.com

Ejaan yang disempurnakan, beberapa perubahan pada tahun 1972, yaitu :
-Tj berubah menjadi c.
-Dj berubah menjadi j.
-J berubah menjadi y.
-Nj berubah menjadi ny.
-Sj berubah menjadi sy.
-a' berubah menjadi a.
-e dan "e" berubah menjadi e.
-Ch berubah menjadi kh.

Bahasa melayu ke bahasa indonesia diperoleh melalui hasil keputusan kongres bahasa indonesia.

Bahasa Tulisan terdiri atas :
-Aksara.
-Kata.
-Kalimat.
-Paragraf.
-Wacana.

Pelengakap untuk menulis
-Kamus.
-Tata bahasa baku.
-Pedoman ejaan dan pembetukan istilah.

Tata bahasa :
-Pedoman untuk kecermatan bahasa adalah tata bahasa.

Kekeliruan bahasa :
-Kata : disambung tau dipisah.
-Tanda baca : letak, bentuk, jarak.
-Kalimat : kelengkapan, subjek, objek.
-Paragraf : terlalu panjang, letak inti paragraf.
-Wacana : plot kurang baik.

Awalan dan partikel di-
-Awalan di- disambung.
-Awalan di- dipisah.

 Sumber : www.google.com

Daftar Pustaka :
1. Ringkasan kapita selekta tanggal 27-09-2007
2. www.google.com

Senin, 27 September 2010

Peliputan Investigasi dan Jurnalisme Investigasi

Dosen : Bapak Nezar Patria
Mata Kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 14-09-2010

Jurnalisme investigatif disebut Santana (2003) sebagai sebuah faham yang sudah lama muncul di Amerika Serikat pada abad ke-17. Genre ini merasuki media massa di Indonesia kala Orde Baru. Media massa cetak yang pertama kali menggunakannya adalah Harian Indonesia Raya, di bawah asuhan Mochtar Lubis. Kondisi politik dan ekonomi suatu negara amat sangat mempengaruhi kemunculan dan pertumbuhan jurnalisme investigasi. Secara garis besar, jurnalisme investigatif adalah sebuah metode peliputan untuk menyibak kebenaran kasus atau peristiwa. Wartawan investigasi dituntut agar mampu melihat celah pelanggaran, menelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menuliskan laporannya.

Jurnalisme investigasi ada ketika terjadi penyimpangan dalam suatu tatanan masyarakat. Pers punya peranan sangat penting untuk dapat menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Tidak berhenti sampai titik ini, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan. Arismunandar (2008) mengatakan bahwa secara sederhana, peliputan investigatif adalah praktik jurnalisme, yang menggunakan metode investigasi dalam mencari informasi. Karakter dari berita investigatif adalah: (1) merupakan produk kerja asli jurnalis bersangkutan, bukan hasil investigasi dari sebuah instansi pemerintah atau nonpemerintah; (2) mengandung informasi yang tidak akan terungkap tanpa usaha si jurnalis; dan (3) berkaitan dengan kepentingan publik. Mengutip Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, Arismunandar menyebut setidaknya ada tiga bentuk jurnalisme investigatif yang bisa kita bedakan. Yaitu: pelaporan investigatif orisinal, pelaporan investigatif interpretatif, dan pelaporan terhadap investigasi.

Perbedaan antara investigasi dengan berita lainnya yaitu fakta baru yang belum tentu terungkap lalu akan diungkap oleh jurnalistik, orisinil, dan penyalahgunaan kekuasaan sedangkan investigasi biasa, dari fakta yang ada. Jurnalisme investigasi untuk bangkitnya tradisi penggalian berita yang kini terancam lenyap.
Jurnalisme investigasi diperlukan karena mengupas berita secara lebih dalam dan detail, awet dan mencerahkan berita yang ada.

Sumber : www.google.com

Praktek jurnalisme investigasi pada dasarnya mengubah sikap dengan cara :
-Selalu berpikir besar
-Gigih menggali berita
-Tidak mudah menyerah pada hambatan (waktu, dokumen, dana, ancaman)
-Mengembangkan hukum dengan narasumber.

Artikel investigasi adalah :
-Hasil penelusuran (berita dibalik berita).
-Mengungkap masah sistematik, bukan berita lepas.
-Bermaksud memperbaiki hal-hal yang keliru.
-Menjelaskan masalah sosial yang kompleks.

Ruang lingkup jurnalisme investigasi yaitu :
-Tidak selalu membahas tentang korupsi, masalah kesaharianpun bisa mnejadi topik alternatif.
-Perebutan harta Bambang Trihatmodjo.
-Aksi penculikan Marcella-Ananda Mikola.
-Nasib bocah loper koran di pinggir jalan.

Kesulitan dan hambatan jurnalisme invstigasi, yaitu :
-Keterbatasan waktu, dana dan sumber info.
-Keraguan para editor.
-Tantangan dari perusahaan tempat bekerja.
-Kasus white collar crime kurang menjadi perhatian publik daripada kasus politik.
-Ancaman keselamatan.

 Sumber : www.google.com

Dari perencaan hingga penulisan jurnalisme investigasi, yaitu :
-Siapkan usulan dan bahas topik.
-Jika diperlukan, gunakan tim khusus.
-Buat online sementara tulisandan susun penugasan reportase.
-Melakukan riset (google, FB, pembelian data).
-Reportase dan wawancara narasumber.
-Check&richek semua data dan informasi.
-Konfirmasi untuh dari pihak tertuduh.
-Melakukan penulisan.

Perencanaan :
-Pilih topik yang menarik minat publik dan mempunyai magnitude yang kuat.
-Mulailah bekerja dengan data atau informasi sekecil apapun.
-Gali informasi awal sebanyak mungkin, identifikasi masalah dan peta persoalan, tetapkan angle yang tajam,
-Jangan lupakan riset karena riset merupakan kunci menuju pintu berikutnya.
-Buat daftar dokumen yang ada dan akan dicari dan buat daftar sumber yang bisa dimintai informasi hingga konfirmasi.

Reportase :
-Ada 3 sumber informasi yaitu observasi, dokumen dan wawancara (on the record/off the record).
-Raih kepercayaan narasumber (empati merupakan kunci yang penting), jangan mudah percaya pada orang lain.
-Skeptis yaitu tidak mudah percaya pada narasumber. Jangan remehkan narasumber, kejar terus anarasumber, kenali kebiasaan dan segala yang melekat yang ada pada narasumber. Jika tidak mendapatkan konfirmasi, minimal deskripsikan upayah pencarian.
-Bersahabat dengan data dan informasi. Jangan tersesat, follow the money.

Penulisan :
-Setia pada angle.
-Jangan tertimbun dan tersesat.
-Selalu menguji kesimpulan dan diuji kembali dengan fakta yang ada.
Tulis berita dengan gaya yang deskriptif.

 Sumber : www.google.com

Investigasi 2 sisi :
-Fokus pada peliputan investigasi, selain itu harus menyelidiki mengapa narasumber membongkar masalah tersebut kepada khalayak umum.
-Kasus Vicentius hanya untuk balas dendam atau hadiah imbalan.
-Meminta pertimbangan pimpinan redaksi.

Jurnalisme investigasi mengupayahkan perlindungan narasumber semaksimal mungkin. Cara membangun aliansi dalam jurnalisme investigasi yaitu dengn meloby tokoh-tokoh kunci di pemerintahan media massa, mentoring lembaga-lembaga pemerintahan, bangun aliansi dengan media lain.

Sumber : www.google.com

Daftar Pustaka :
1. Ringkasan mata kuliah kapita selekta tgl 14-09-2010
2. www.google.com

Senin, 13 September 2010

Semiotik

Dosen : Bapak Kurnia Setiawan, S.Sn, M.Hum
Mata Kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 07-09-2010

Pengertian Semiotik
Semiotik adalah istilah yang berasal dari kata yunani seme; semeiotikos; semeion; penafsiran tanda yang berarti 'tanda' 'sign' dalam bahasa inggris. Jadi semiotik adalah ilmu tentang bahasa, sedangkan semiology adalah ilmu tentang tanda.

 
Sumber : www.google.com

Sejarah Semiotik
1. Plato
merupakan orang yang pertama kali memulai asal muasal bahasa.
2. Aristoteles
merupakan orang yang mengklasifikasi asal muasal kata dari bahasa yunani. aristoteles mengatakan bahwa ada perbedaan dasar anatara tanda alamai/natural dan tanda yang disepakati/kontroversial. Contoh tanda alami yaitu fenomena alam, jika mendung berarti tandanya akan mau hujan.
contoh tanda yaitu symptom atau gejala itu didiagnosis. Misalnya : sakit flu maka gejala yang ditimbulkan adalah seperti hidung mampet, bersin-bersin, dll.
3. Agustinus
merupakan filosof kristiani yang mengembangkan teori tentang signa data (tanda konvensional). Ia mempelajari mengenai hubungan kata fisik dan kata mental. Contoh kata fisik yaitu buku, pensil, penggaris, dll. Contoh kata mental yaitu pencuri, polisi, dll.
4. Ockham
merupakan orang yang mempelajari tanda berdasarkan sifatnya yaitu bersifat pribadi dan bersifat publik.
5. John Locke
merupakan orang yang melihat eksplorasi tentang tanda akan mengarah pada terbentuknya basis logika baru.
6. Saussure
merupakan orang yang mendefinisikan tanda linguistik sebagai entitas 2 sisi (dyad). Sisi yang pertama disebut penanda (signifier), sisi yang kedua adalah pertanda (signified). Ia mengkaji bahasa berdasarkan linguistik secara sinkronik bukan diakronik. Sinkronik yaitu aspek-aspek yang relevan dengan masalah yang dikaji sedangkan diakronik yaitu tinjauan ke dalam. Tanda linguistik bersifat arbitrer. Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda dengan sebuah ide atau petanda. Penanda itu adalah bentu atau wujud fisik yang menyimbolkan sendangkan pertanda adalah makna yang terungkap melalui konsep. Semiotik signifikasi adalah sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam sebuah sistem berdasarkan aturan atau konvensi tertentu. Kesepakatan sosial diperlukan untuk dapat memaknai tanda tersebut. Contoh : ketika orang menyebut kata "anjing" (signifier) dengan nada mengumpat maka hal tersebut merupakan tanda kesialan (signified)
7. Peirce
merupakan orang yang membentuk tanda oleh 3 sisi yaitu representament (tanda), objek (sesuatu yang dirujuk oleh tanda), interpretant (sesuatu yang ditimbulkan atau hasil). Tanda adalah sesuatu yang berebentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk atau menginterpretasikan hal lain diluar tanda itu sendiri. Tanda menurut Peirce terdiri dari simbol yaitu tanda yang muncul dari kesepakatan, ikon yaitu tanda yang muncul dari perwakilan fisik, dan indeks yaitu tanda yng muncul dari hubungan sebab akibat. Sedangkan acuan dari tanda ini disebut objek atau acuan tanda, yaitu konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda atau sesuatu yang dirujuk tanda. Interpretant atau pengguna tanda adalah konsep pemikiran orang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda. Hal yang terpenting dalam proses ini adalah bagaimana makna muncul dari sebuah tanda ketika tanda itu digunakan orang saat berkomunikasi. Contoh: Saat seorang gadis mengenakan rok mini, maka gadis itu sedang mengomunikasi mengenai dirinya kepada orang lain yang bisa jadi memaknainya sebagai simbol keseksian.
8. Barthes
merupakan orang yang melihat segala sesuatau teks "teks dalam konteks", "objek dalam budaya". Barthes membagi 2 konteks yaitu denotatif dan konotatif. Denotatif adalah makna harafiah, sedangkan konotatif adalah makna tafsiran. Barthes adalah penerus pemikiran Saussure bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya. Ia meneruskan pemikiran tersebut dengan menekankan interaksi anatara teks dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya, interaksi antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya. Contoh : pohon beringin yang rindang dan lebat akan menimbulkan konotasi keramat karena dianggap sebagai hunian para makhluk halus. Konotasi keramat ini kemudian berkembang menjadi asumsi umum yang melekat pada simbol pohon beringin, sehingga pohon beringin yang keramat bukan lagi menjadi sebuah konotasi tapi berubah menjadi denotasi.
9. Eco
merupakan orang dari Italia yang mempelajari bahwa tanda dapat digunakan untuk menyatakan kebenaran sekaligus juga untuk mengatakan kebohongan. Eco ingin memusatkan perhatian pada modifikasi sistem tanda. Ia kemudian mengubah konsep tanda menjadi konsep fungsi tanda. Eco menarik kesimpulan bahwa satu tanda pertemuan bagi unsusr-unsur independen yang berasal dari 2 sistem yang berbeda 2 tingkat yang berbeda yaitu ungkapan dan isi, dan bertemu atas dasar ungkapan pengkodean. Tanpa kode, suara-suara atau grafis tidak memiliki arti apapun, dan dalam pengertian yang paling radikal tidak berfungsi secara linguistik.

Ada 3 konsep dasar semiotik, yaitu :
1. Semiotik Pragmatik
menguraikan tentang asal usul tanda, kegunaan tanda oleh yang menerapkannya, dan efek tanda bagi yang menginterpretasikannya, dalam batas perilaku subjek.
2. Semiotik Sintaktik
menguraikan tentang kombinasi tanda tanpa memperhatikan maknanya ataupun hubungannya terhadap perilaku subjek. semiotik sematik ini mengabaikan pengaruh akibat bagi subjek yang menginterpretasikannya.
3. Semiotik Sematik
menguraikan tantang pengertian suatu tanda sesuai dengan arti yang disampaikan.

Sumber : www.google.com

Video Semiotik
Sumber : www.youtube.com

Daftar Pustaka :
1. Ringkasan mata kuliah kapita selekta tanggal 07-09-2010
2. www.google.com
3. www.youtube.com

Minggu, 05 September 2010

Media, Perempuan dan Keberagaman

Dosen : Bapak Ahmad Junaidi
Mata Kuliah : Kapita Selekta
Tanggal : 31-08-2010

Perbedaan gender dalam media massa terjadi karena adanya konstruksi sosial. Gender adalah pembagian peran kedudukan, tugas antara laki-laki dan perempuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan sifat laki-laki yang dianggap pantas sesuai norma-norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Sedangkan yang dimaksud dengan konstruksi sosial adalah pembentukan realitas sosial dalam masyarakat. Konstruksi sosial media massa terbentuk melalui 4 tahap yaitu tahap menyiapkan materi konstruksi, tahap sebaran konstruksi, tahap pembentukan konstruksi dan tahap konfirmasi(Bungin,2008,288). Realitas yang dikonstruksikan oleh media massa dapat dilakukan oleh 2 model yaitu model peta analog dan model refleksi realitas(Bungin,2008,212). Model peta analog adalah model dimana realitas sosial dikonstruksi oleh media berdasarkan analogi sebagaimana suatu realitas itu terjadi secara rasional. Sedangkan model refleksi realitas adalah model yg merefleksikan suatu kehidupan yang terjadi dengan merefleksikan suatu kehidupan yang pernah terjadi di dalam masyarakat(Bungin,2008,212-214).

 sumber : www.google.com

Contoh konstrusi sosial yang ada dalam masyarakat yaitu perempuan yang baik itu harus lemah lembut, tidak boleh nakal, dll. Hal itu merupakan salah satu faktor yang menetukan gender seseorang (perbedaan antara laki-laki dan perempuan), ini tercermin dalam media massa. Konstruksi sosial terjadi karena pengaruh pendidikan keluarga, lingkungan, pergaulan sehari-hari, dll. Semanjak adanya kebebasan media massa maka akan keluarlah kebudayaan-kebudayaan yang masih menganggap bahwa perempuan itu lemah dan masih dibawah laki-laki. Media massa menjadi tidak terkontrol dan terkendali tentang apa yang seharusnya boleh diberitakan dan apa yang sebaiknya tidak boleh diberitakan. Di media massa tidak ada yang objektif tetapi "memihak", baik itu memihak kepada korban dalam pemberitaan maupun memihak kepada orang atau perempuan yang lemah. Media massa seharusnya bersifat objektif tetapi dalam kenyataanya banyak penulisan berita maupun iklan yang menyertakan pandangan-pandangan subjektif dari wartawan, pemimpin redaksi maupun copywriter dari berita atau iklan tersebut.


sumber : www.google.com

Perbedaan gender yang terjadi dalam berita di media massa dikarenakan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internal yang mempengaruhi yaitu jumlah pekerja perempuan di media massa masih lebih sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah pekerja laki-laki yang ada. Yang kedua, pengaruh pemilik atau pemodal media massa yang beranggapan bahwa berita yang laku dijual atau yang menarik adalah berita yang menyangkut perbedaan gender. Yang ketiga, pandangan atau stereotype yang dimiliki oleh wartawan atau pemimpin redaksi dalam menulis berita. Para wartawan, pemimpin redaksi ataupun copywriter beranggapan bahwa berita dan iklan yang besar dengan pencitraan yang kuat akan lebih besar pengaruhnya kepada pembaca maupun pemirsa. Apalagi kalau pencitraan itu dilakukan melalui konstruksi realitas sosial, walaupun realitas itu sifatnya semu.

 Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu gambaran dari para pengiklan. Contohnya : seorang perempuan yang ideal itu harus cantik, putih, rambut lurus panjang, gigi rata, dll. Yang kedua, media massa banyak menggunakan bahasa atau kosa kata diksit. Contohnya : laki-laki itu menggagahi pacarnya. Dalam konstruksi sosial, bahasa merupakan instrumen pokok untuk menciptakan realitas. Bahasa merupakan unsur yang utama, bahasa juga merupakan alat konseptualisasi dan alat narasi. Cara media massa mempengaruhi bahasa dan makna antara lain yaitu dengan mengembangkan makna-makna baku beserta makna asosiasinya, memperluas makna dan istilah-istilah yang ada, mengganti makna lama serta istilah dengan makna yang baru serta memantapkan konvensi yang telah ada dalam suatu sistem bahasa. Pilihan kata dan cara penentuan realitas menentukan bentuk konstruksi realitas sekaligus menentukan makna yang muncul.

sumber : www.google.com

 Pada beberapa iklan yang menonjol dalam pencitraan, diperoleh beberapa penggunaan pencitraan perempuan dalam iklan di televisi. Contohnya saja citra piggan yaitu perempuan tidak bisa melepaskan diri dari dapur karena dapur adalah dunia perempuan(Bungin,2008,221). Hal ini terdapat dalam iklan indomie dan iklan salam mie. Selain itu, pencitraan perempuan dengan memberi kesan bahwa perempuan memiliki citra pergaulan. Citra ini ditandai dengan pergaulan perempuan untuk masuk ke dalam kelas-kelas tertentu yang lebih tinggi di masyarakatnya(Bungin,2008,221). Perempuan dilambangkan sebagai makhluk yang anggun dan menawan seperti yang diperlihatkan dalam iklan sabun lux dan iklan pond's. Dimana perempuan yang mengiklankan produk pond's tersebut adalah perempuan yang mempunyai wajah putih, mulus dan bersih.

 sumber : www.google.com

Contoh video iklan yang menunjukan perbadaan gender melalui media massa : 

sumber : www.youtube.com

Ini adalah video iklan blue band, dimana yang memasak adalah seorang ibu dengan anak perempuannya. Dengan begitu terlihat jelas jika pandangan bahwa perempuan itu selalu berurusan dengan yang namanya dapur masih ada karena konstruksi sosial yang selalu dibuat oleh media massa.

Kesimpulannya yaitu media adalah salah satu instrumen utama dalam membentuk konstruksi gender pada masyarakat. Media yang memiliki karakteristik dengan jangkauan yang luas akan menjadi alat yang efektif dalam menyebarkan konstruksi gender kepada masyarakat.

Daftar Pustaka
1. Ringkasan mata kuliah kapita selekta tanggal 31-08-2010
2. Bungin, Burhan.2008.Sosiologi Komunikasi.Jakarta.Kencana Group
3. www.google.com
4. www.youtube.com